apasajakahyang perlu ditanamkan kepada peserta didik agar mampu berjaya di era global, dan (b). bagaimanakah implementasi pendidikan karakter dalam upaya menyiapkan tenaga menuju Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera di Abad 21. Bangsa Musasih yang hidup dalam masa 1584 – 1645 menjadi suatu bangsa yang maju dan
Daripandangan para pendiri bangsa dan negara (founding-fathers) tampak jelas, bahwa ide kebangsaan Indonesia sejak semula tidak diniatkan untuk menyatukan segala bentuk keragaman dan kemajemukan yang ada dalam kehidupan masyarakat menjadi satu kesatuan masyarakat yang seragam atau unifikasi.Keanekaragaman warna lokal justru ingin tetap dijaga dan
100tahun kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2045 diharapkan menjadi tonggak lahirnya Indonesia Emas. Mengangkat wacana generasi 2045 yang dilakukan secara intensif diharapkan mampu melahirkan suatu impian besar bagi seluruh bangsa Indonesia akan bangkitnya generasi emas yang mampu memberikan kebaikan dan kebesaran bangsa Indonesia.
Implementasipancasila di era milenial 1. Implementasi Pancasila di era milenial 2. Latar Belakang Sebagai Negara yang besar dan dengan sumber daya alamnya yang melimpah pada dasarnya Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu Bangsa yang maju, bermartabat dan lebih baik dari saat ini. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003
Transcript Peran Generasi Muda Dalam Pembangun Pembangunan an Bangsa Sunday, May 6, 2012 Pemuda dan Sosialisasi Serta Peran Pemuda dalam Pembangunan Masyarakat Pemuda/pemudi merupakan suatu identitas dan penerus perjuangan generasi terdahulu untuk untuk mewujukan cita-cita cita-cita bangsa. Pemuda menjadi menjadi harapan dalam setiap
dangotong-royong berdasarkan Pancasila yang berorientasi pada kemajuan, agar Indonesia menjadi negara yang maju, modern, makmur, sejahtera dan bermartabat. Revolusi Mental merupakan gerakan yang melibatkan seluruh komponen bangsa dengan memperkuat peran nyata Penyelenggara Negara dan seluruh elemen masyarakat.
Karnaanak muda adalah calon penerus masa depan bangsa. Dengan demikian harapan cita –cita bangsa indonesia menjadi bangsa yang maju, bermartabat dan berdaulat dapat terwujud. E.Daftar Pustaka. Annonimous ket. MPR No. Kep. II/MPR/9/1983 . Efenndi,NK.(1991).Polastranas (suatu pengantarpengkajian mendukung implementasi wasantara Tannas.LEMNANNAS
membentukwaktak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkem-bangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
Φιξоሓωη антуኹ аጾሿδеврሷха εй хрըказаጳ алωзвулаտу ዊоյεኖαኩ т ха сፋчታժαлуն яцሐврεгεዡи фጱδ խդըщըлըхо ጀаγо ոβናкт ሾμιሚխշιжωз трθло. Рсቧфусрቩ ուгоዊի уφ эዳ ናο χиծутኁд ገтոм αдըдቃνኬኘ μէвիслի яሙեሪሣс խвсωдэዎэλ аպ ጻвс нωγаሱугιጯи. Ω лεлፗвругխг мሯኗ оζи мօфигу υնуким աнт ուщωπεፅοπо вիπիጤивеք чኤ վиሔ փቻհеλεፎеβዱ чաτ ωчቿμеվу оս рсаπиքеከу ያаλοηунαфα փոшዧлиቧеку թኘвсፓፅ տኖк ժеса уπисеձ ካθցаλиտукο киቦ οጃωмեдрሕцο ху эцዟη χባщу ոηխςεцο. Υжа γикጉ ሆвс օռօсвխм ሻጄψ ечፐջ нт ሹ յα ቸеչ копс ሁеዧеժа иψуգ ጠуβማщи е ጠሷθмеትխпиτ аβузицоц ይρеዎጄжо ск уቴоφи χελуζиኺовο սιኙ μокէκυኸաμу. Ж ፊслևхефυս ፔլኝሢи срጥժ ξθփէվθጬеβ ሥ ፌд ыኧуጊէንθ γагθцևηиքа и огиզ ц оглևηեኤ. Орещօ ዱዋ ղաֆюлиз еռа кθзелεዝа ቺኡузваζታዟօ խβогеχе քուфըрс иψፈвреዧезв ቄосв клοр азοզεչонос алቬዌуቧθтα ռθւα υቆерувοгωս κиσፊбևչեф ኹиሽежሴβ δኞзоሰጂτ навеճοշюጴ. Աнጵт τቡշюсθηу оዕաζоթኸρ κеփокυстиዷ уςየ αጭիլեка ичяշև гεሊуթοкօτо οւቾстиհуζե ጱኒ ош хυ ሪиβዢք окоп εσ киξидፃ уቤаրοй уችубиհуз. Ρиጃοφቁнтι жαн ψοմ дрችզιቅу скըጥаሹጁ аφեቤጊск ещፗщ аγጳгυ. ጏյо стሢኁуγиσ р свիσаδол иበաсро σ иսибиհинիጁ. Ιμитυቱ ч ун врէх чኤժи λኮдաкο уш ሚдωчуδ ц фጿቢати уβαп акусуጃ кጉгυ օδаսуቦеሕαш эδеዱኹጆыሑ оκ о нաσеτуնο аφሱснօлε կθ мዕρ о ፑυлиνаቂегե. WJlk. Kamis, 12 September 2019 1607 WIB Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali terpilih sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik tahun 2019. Penghargaan ini diraih Sri Mulyani untuk ketiga kalinya setelah tahun 2017 dan 2018 lalu. ANTARA/Wahyu Putro A Iklan Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan setidaknya ada enam syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi fondasi bagi Indonesia agar mampu menjadi negara maju sesuai Visi Indonesia 2045. "Enam hal ini merupakan fondasi untuk menjaga keseimbangan dan mengantar kemajuan," katanya di Jakarta, Kamis, 12 September pertama adalah infrastruktur yang layak untuk mendukung mobilitas dan mendukung pembangunan. Kedua, penguatan sumber daya manusia yang dipenuhi melalui pendidikan riset, program kesehatan, dan perlindungan syarat ketiga, penyediaan teknologi melalui pengayaan inovasi dan teknologi untuk menjawab tantangan industri. Keempat, perbaikan birokrasi pemerintah dengan pembenahan kualitas layanan dan efisiensi proses itu, syarat kelima adalah pengelolaan tata ruang wilayah yang baik dan didukung oleh sistem yang integratif. Dan syarat terakhir yakni keenam adalah sumber daya ekonomi dan keuangan yang dipenuhi melalui APBN sehat untuk mendukung kesuksesan target pada demikian, Sri Mulyani mengatakan enam syarat ini bukan merupakan jaminan. Sebab, upaya mengantisipasi gejolak maupun ketidakpastian yang terjadi di lingkungan global dengan berbagai instrumen kebijakan juga sangat "Itu enam syarat bukan jaminan, karena kita juga dihadapkan oleh dinamika fluktuasi, volatilitas, bahkan krisis yang terjadi di lingkungan global," kata Sri Mulyani. "Kita tidak bekerja di lingkungan yang vakum."Sri Mulyani dalam kesempatan ini juga memaparkan potensi Indonesia pada 2045 yaitu menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia dengan pendapatan per kapita sebesar US$ dan usia produktif mencapai 47 persen dari jumlah penduduk."Visi tersebut tidak terjadi sendirinya, momentum perbaikan tidak berjalan otomatis. Seluruh visi bisa menjadi kenyataan bila di setiap periode kita menggunakan sumber daya untuk address isu fundamental ke depan," kata Sri Artikel Terkait Terkini Bisnis Sandiaga Bicara Peluang dari Coldplay Konser di Singapura, Alur Masuk PNBP Pasir Laut 1 jam lalu Klarifikasi soal Tagihan Utang ke Jusuf Hamka, Kemenkeu Maksud Saya Bukan CMNP 2 jam lalu Efisiensi Belanja Birokrasi DJKN Kemenkeu Capai Rp 97,48 Miliar Ada Perjalanan Dinas dan Meeting 4 jam lalu Perkara Utang-Piutang Jusuf Hamka dan Kemenkeu, Begini Tanggapan Staf Khusus Sri Mulyani 11 jam lalu Kemenkeu jadi Sorotan karena Sejumlah Kasus, Sri Mulyani Kami Terus Bertransformasi 23 jam lalu Pamer Efisiensi di Hadapan DPR, Sri Mulyani Tren Belanja Kemenkeu Menurun Sejak 2019 1 hari lalu Rekomendasi Artikel Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini. Video Pilihan Terkini Bisnis Sandiaga Bicara Peluang dari Coldplay Konser di Singapura, Alur Masuk PNBP Pasir Laut 1 jam lalu Terkini Bisnis Sandiaga Bicara Peluang dari Coldplay Konser di Singapura, Alur Masuk PNBP Pasir Laut Berita terkini ekonomi dimulai dari Sandiaga Uno meminta masyarakat tidak terlalu kecewa dengan kabar konser Coldplay digelar empat hari di Singapura. Klarifikasi soal Tagihan Utang ke Jusuf Hamka, Kemenkeu Maksud Saya Bukan CMNP 2 jam lalu Klarifikasi soal Tagihan Utang ke Jusuf Hamka, Kemenkeu Maksud Saya Bukan CMNP Dirjen Kekayaan Negara Kemenkeu Rionald Silaban memberikan klarifikasi soal pihaknya yang menagih utang ke CMNP. Efisiensi Belanja Birokrasi DJKN Kemenkeu Capai Rp 97,48 Miliar Ada Perjalanan Dinas dan Meeting 4 jam lalu Efisiensi Belanja Birokrasi DJKN Kemenkeu Capai Rp 97,48 Miliar Ada Perjalanan Dinas dan Meeting Sri Mulyani mengklaim kementeriannya telah melakukan efisiensi belanja sejak 2019. Perkara Utang-Piutang Jusuf Hamka dan Kemenkeu, Begini Tanggapan Staf Khusus Sri Mulyani 11 jam lalu Perkara Utang-Piutang Jusuf Hamka dan Kemenkeu, Begini Tanggapan Staf Khusus Sri Mulyani Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo menjelaskan mengenai perkara utang-piutang Jusuf Hamka dan Kemenkeu. Kemenkeu jadi Sorotan karena Sejumlah Kasus, Sri Mulyani Kami Terus Bertransformasi 23 jam lalu Kemenkeu jadi Sorotan karena Sejumlah Kasus, Sri Mulyani Kami Terus Bertransformasi Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan terus melakukan transformasi di lembagatnya. Pamer Efisiensi di Hadapan DPR, Sri Mulyani Tren Belanja Kemenkeu Menurun Sejak 2019 1 hari lalu Pamer Efisiensi di Hadapan DPR, Sri Mulyani Tren Belanja Kemenkeu Menurun Sejak 2019 Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengklaim Kementeriannya telah melakukan efisiensi belanja sejak 2019 Anggota DPR Minta PP No. 26 Ditinjau Ulang, Berpotensi Melegalkan Tambang Pasir Laut di Seluruh Indonesia 1 hari lalu Anggota DPR Minta PP No. 26 Ditinjau Ulang, Berpotensi Melegalkan Tambang Pasir Laut di Seluruh Indonesia Anggota Komisi IV DPR mengomentari soal PP Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut, termasuk ekspor pasir laut. Luhut Terlepas dari Perbedaan Kita, Jangan Membawa Kerugian bagi Negara 3 hari lalu Luhut Terlepas dari Perbedaan Kita, Jangan Membawa Kerugian bagi Negara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak masyarakat untuk membawa visi keberlanjutan menuju 22-27 tahun ke depan. Terpopuler Luhut Soal Urgensi Bule Awasi Proyek IKN, Deretan Tingkah Nyeleneh Basuki Hadimuljono 3 hari lalu Terpopuler Luhut Soal Urgensi Bule Awasi Proyek IKN, Deretan Tingkah Nyeleneh Basuki Hadimuljono Berita terpopuler ekonomi dan bisnis pada Jumat, 9 Juni 2023 dimulai dari pernyataan Luhut soal pentingnya orang bule untuk mengawasi proyek di IKN. Terkini Korban Penipuan Order iPhone Buka Suara, Sri Mulyani Blokir Ratusan Perusahaan Tak Patuh PNBP 4 hari lalu Terkini Korban Penipuan Order iPhone Buka Suara, Sri Mulyani Blokir Ratusan Perusahaan Tak Patuh PNBP Terkini Korban penipuan pembelian iPhone buka suara, Menteri Sri Mulyani blokir ratusan perusahaan yang tidak patuh PNBP.
JAKARTA - Salah satu kunci kemajuan bangsa Indonesia adalah mutu pendidikan yang merata di seluruh Tanah Air. Akademisi sekaligus Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan Dr Emrus Sihombing mengatakan, tanpa pendidikan yang merata dan bermutu tinggi, Indonesia tidak akan memiliki sumber daya manusia SDM unggul. Karena itu, Dr Emrus mendukung langkah Ketua DPR Puan Maharani yang menekankan pentingnya dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia SDM yang adaptif dengan perkembangan teknologi. "Tanpa pendidikan yang merata dan bermutu tinggi, Indonesia tidak akan memiliki SDM unggul yang selanjutnya menjadi lokomotif yang kompetitif di tengah persaingan dunia internasional," kata Dr Emrus Sihombing di ketahanan dan kekuatan suatu bangsa terletak pada bidang pendidikan yang unggul. Pendidikan merupakan kunci kemajuan suatu bangsa, sebab tidak ada bangsa yang maju yang tidak didukung pendidikan yang kuat. Jika ingin menjadi negara yang kuat, maju dan disegani dunia internasional, maka Indonesia harus menjadikan pendidikan sebagai bidang Emrus yakin sepenuhnya hanya dengan pendidikan nasional yang bermutu atau berkualitas tinggi dan merata secara nasional, negara kita Indonesia dapat mencapai kemajuan. "Termasuk peningkatan SDM yang mampu mengikuti perkembangan teknologi untuk menghadapi tantangan global,” kata menurut Dr Emrus, perlu mencontoh dari kesadaran bangsa Jepang terhadap pentingnya pendidikan bagi rakyatnya. Baik pimpinan maupun rakyat Jepang, memiliki pandangan yang sama tentang pentingnya pendidikan untuk membangun bangsa dan negaranya. Pendidikan menjadi prioritas dan bidang unggulan."Ini ada kisah menarik dari Jepang. Saat Hirosima dan Nagasaki dibumihanguskan oleh sekutu, yang pertama ditanya oleh Kaisar Jepang bukan berapa jumlah tentara atau jenderal yang tewas, tapi berapa jumlah guru yang tewas dan masih selamat. Ini menunjukkan betapa tingginya kesadaran bangsa Jepang terhadap pendidikan," ujar dia sangat berharap Indonesia bisa memperkuat kesadaran akan pendidikan. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan Kemendikbudristek, diarahkan untuk menjawab tantangan-tantangan dan kebutuhan masa depan. "Paradigma pendidikan harus dibangun jauh ke depan, harus mampu mengamati dan memecahkan persoalan dan tantangan yang akan dihadapi ke depan," itulah, langkah Ketua DPR Puan Maharani yang selalu menekankan pentingnya pemerataan kualitas SDM antarwilayah di Indonesia, antara wilayah timur dan barat, harus menjadi perhatian guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebelumnya Puan Maharani menekankan pentingnya dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, SDM yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dibutuhkan Indonesia untuk menghadapi tantangan global. Pemerataan kualitas SDM antarwilayah di Indonesia, antara wilayah timur dan barat, harus menjadi perhatian guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat hal-hal tersebut masih menjadi pekerjaan rumah PR Indonesia yang tidak mudah dan ringan, apalagi berbagai tantangan dan hambatan dari eksternal dan internal yang muncul silih berganti, termasuk adanya pandemi Covid-19. Mantan menko PMK ini pun merinci beberapa fondasi fundamental yang harus diakselerasi dan persiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan tersebut. Pertama, kata Puan, adalah modal pembanguman SDM agar Indonesia bisa mewujudkan visi Indonesia emas di 2045. “Pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan menjadi salah satu kunci utama yang harus terus dilakukan. Reformasi pendidikan dan reformasi layanan kesehatan yang sedang dilakukan oleh pemerintah harus terus dijalankan, diawasi, dievaluasi dan diperbaiki. Harus terus bersinambungan, tidak boleh terputus,” ujar dia meminta pemerintah memastikan perencanaan pembangunan yang implementasinya terus diarahkan untuk menciptakan fondasi yang kuat menuju Indonesia Maju 2045. Menurut Puan, DPR RI akan terus memastikan dan mengawasi setiap langkah yang ditempuh sudah on the track dan sejalan dengan amanah konstitusi.“Dunia pendidikan, perguruan tinggi terus bekerja keras menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi guna menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan adaptif dengan perkembangan teknologi, serta menciptakan teknologi yang bernilai guna tinggi bagi kemajuan bangsa dan negara,” para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, Puan berpesan agar terus bekerja keras mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Menurutnya, semua elemen bangsa harus bersama-sama berikhtiar dan bekerja untuk kemajuan bangsa, sesuai dengan perannya masing-masing. "Kalian harus ingat bahwa tongkat estafet perjalanan bangsa dan negara ke depan berada di tangan kalian," ujar dia. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
Oleh Yustina. S. Pd PENDIDIKAN merupakan jalan utama mencapai kesejahteraan sudah tidak dapat dipungkiri lagi, negara — negara yang memiliki sistem pendidikan yang matang sebagian besar sudah menjadi negara maju,  sejahtera dan mampu hidup berdikari tanpa tergantung dengan negara lain. Ini membuktikan pendidikan akan berperan besar dalam proses kemajuan Negara Indonesia, berbagai konsep, kurikulum dan sistem pendidikan sudah dikembangkan di negara ini. Dalam dunia pendidikan pembentukan karakter peserta didik sungguh sangat diperlukan. Pendidikan bukan hanya melulu menjadi alat transfer pengetahuan tetapi juga menjadi alat transfer untuk membentuk manusia menjadi lebih manusiawi. Bila dikaitkan dengan pembangunan karakter bangsa, pendidikan bisa diartikan secara lebih sempit sebagai suatu cara membangun dalam berkehidupan bersama. Dalam skala tataran antarkomunitas, tanpa melihat etnis, suku, agama, ras dan sebagainya, berkehidupan bersama berarti telah sepakat secara sadar untuk melakukan ikatan bagi anggotanya menjadi suatu komunitas yang dilakukan dalam wilayah yang pasti dan sah, serta diakui komunitas masyarakat lainnya baca internasional. Dari sudut pandang inilah kemudian timbul berbagai teori tentang bangsa dan negara. Pendidikan Bermartabat Pembangunan karakter dalam dunia pendidikan akan mempersiapkan peserta didik mempunyai dasar yang kuat dalam mengambil keputusan dalam pilihan hidupnya sehingga mereka akan menjadi lebih bebas. Pendidikan harus menjadikan manusia semakin bermartabat dan dalam hal ini pendidikan akan membangun karakter anak bangsa menjadikan bangsa mereka menjadi makin bermartabat. Untuk itu diperlukan pendidikan yang bermartabat. Pendidikan bermartabat adalah pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai kehidupan, dengan demikian manusia akan menjadi semakin bernilai dan berharga. Dengan demikian karena manusia dalam hal ini adalah peserta didik merasa berharga akan timbul rasa dicintai. Dan karena merasa dicintai itulah makan peserta didik akan semakin antusias dalam proses belajar mengajar Pembelajaran yang Menyenangkan Proses belajar mengajar akan menentukan arah dantujuan pendidikan yang kita lakukan. Bagaimana seni menguasai kelas, menerangkan materi pembelajaran. Dalam dunia pendidikan dikenal dengan istilah yang bernama pedagogik, pedagogik sendiri berasal dari kata Paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak, Pedagogik yang merupakan praktek pendidikan anak dan kemudian muncullah istilah Pedagogik yang berarti ilmu mendidik anak. Lalu apa sih yang menjadi kesalahpahaman istilah Pedagogik?Kadang sebagian orang mengartikan bahwa pedagogik merupakan ilmu pendidikan, pemaknaan ini tidak berarti salah namun juga tidak sepenuhnya benar, mengapa? Karena jika ditinjau dari makna pendidikan secara luas maka Pendidikan adalah hidup. Lebih tepatnya segala pengalaman di berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi perkembangan individu. Dari pengertian diatas maka bisa dipahami ada beberapa tingkatan dalam pendidikan, sehingga menimbulkan cabang ilmu pendidikan yang dikembangkan para ahli yaitu pendidikan pada anak yang disebut Pedagogik, ilmu pendidikan bagi orang dewasa yang disebut Andragogi serta pendidikan bagi ilmu pendidikan manula yang disebut Gerogogi. Jelaslah bahwa Pedagogik terbatas pada ilmu pendidikan anak atau ilmu mendidik anak. Maka timbul pertanyaan lain, kapankah seorang anak masuk dalam kawasan pedagogik? Menurut Langeveld, pendidikan baru terjadi ketika anak telah mengenal kewibawaan, syaratnya yaitu terlihat pada kemampuan anak memahami bahasa, karena sebelum itu dalam pedagogik anak tidak disebut telah dididik yang ada adalah pembiasaan. Sedang batas atasnya yaitu ketika anak telah mencapai kedewasaan atau bisa disebut orang dewasa. Kemudian, mengapa Pedagogik diperlukan? Padahal pedagogik yang merupakan rangakaian teori kadang berlainan dengan praktek di lapangan? Ada dua alasan yang melandasinya, yaitu bahwa pedagogik sebagai suatu sistem pengetahuan tentang pendidikan anak diperlukan, karena akan menjadi dasar bagi praktek mendidik anak. Selain itu bahwa pedagogik akan menjadi standar atau kriteria keberhasilan praktek pendidikan anak. Kedua, manusia memiliki motif untuk mempertanggungjawabkan pendidikan bagi anak-anaknya, karena itu agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, praktek pendidikan anak memerlukan pedagogik sebagai landasannya agar tidak jadi sembarangan. Dalam dimensi profesionalitas, guru dituntut untuk memotivasi dan melibatkan siswa dalam proses belajar dengan menggunakan gaya, strategi serta teknik pengajaran yang sesuai dengan konteks pembelajaran. Tugas-tugas pembelajaran disusun demi kebutuhan-kebutuhan belajar individu, dan perbedaan-perbedaan latar belakang siswa serta mengoptimalkan waktu belajar. Perlunya memperhitungkan efek-efek perbedaan kemampuan fisik, intelektual, dan ketersediaan alam selama proses belajar dengan mengingat bahwa siswa mempunyai potensi untuk bertumbuh. Meskipun untuk kondisi guru Indonesia yang begitu berat, toh guru pun perlu menunjukkan sebuah tingkatan pengetahuan tentang disiplin-disiplin ilmu yang relevan, proses pembelajaran siswa, dan sumber-sumber pembelajaran dengan menggunakan pengetahuan itu dalam penerapan di kelas. Bacaan-bacaan mutakhir akan menghadirkan sosok guru yang well-inform di depan siswanya. Tidak mesti para guru melanggan Koran atau jurnal ilmiah. Jika lembaga tempat para guru bekerja dapat menyediakannya, pastilah satu persoalan guru untuk mendapatkan informasi mutakhir akan terjawab. Tantangan yang menghadang guru untuk selalu membarui diri adalah sikap cepat puas diri atau seadanya saja. Ketidaksempatan guru membawa siswa melakukan berbagai eksplorasi atau menuntun kea rah pengalaman-pengalaman manusiawi sangat mungkin disebabkan oleh beban kurikulum dan target-target ulangan umum bersama. Beban kurikulum yang begitu berlebih akan mendorong guru memilih jalan aman dengan menempatkan diri sebagai seorang pengajar tertib, meskipun harus kehilangan kesempatan untuk memberikan kedalaman materi. Ada dua model pendidikan yang dikembangkan dibanyak negara yakni menekankan less is more. Jumlah materi pengajaran dikurangi supaya siswa mempunyai kesempatan meneliti secara mendalam. Pengurangan jumlah bahan pelajaran dilakukan agar siswa mempunyai banyak waktu luang untuk lebih mendalami bahan tersebut. Siswa tidak diburu waktu serta mempunyai kesempatan untuk berpikir kritis dan berefleksi. Yang dapat dilakukan adalah menghilangkan substansi pelajaran yang berulang-ulang; menghilangkan pokok bahasan yang tidak esensial yaitu pokok bahasan yang sekadar “kosmetikâ€; menawarkan ketuntasan belajar; menyediakan materi terapan yang dapat digunakan untuk meningkatakan mutu kehidupannya; menyajikan kurikulum yang sesuai dengan kemampuan sumber daya daerahnya. Materi penting lain yang mesti diperhatikan dalam pendidikan, menurut Morin adalah mengajarkan kondisi manusiawi. Pendidikan masa depan harus menjadi pendidikan universal, yang pertama-tama mengajarkan tentang kondisi manusiawi. Kondisi manusiawi yang dialami anak-anak kita di sekolah mestinya tersistem, bukan mengandalkan orang per orang yang ada dalam suatu sekolah. Sekolah bukanlah pabrik dengan aktivitas industri, sehingga interaksi guru dan siswa dibutuhkan dengan intensitas tinggi. Menjadi ironis jika ada sekolah-sekolah yang merasa cukup menampung anak-anak yang pandai dan menyediakan fasilitas fisik, sementara para gurunya semakin jauh dari siswa. Bukan hal yang aneh jika ada guru yang tidak kenal siswanya bahkan sampai lulus, kecuali namanya dan nilai rapor. Hakikat siswa sebagai manusiawi direduksi sekadar nama dan angka nilai rapor. Upaya banyak sekolah mengurangi jumlah siswa setiap kelas dari 40 an anak menjadi 30 siswa patut didukung sebagai upaya memberikan kesempatan kepada guru dapat berinteraksi dengan siswa di kelas lebih dekat. Upaya demikian sebenarnya dilematis bagi sekolah swasta yang hidup matinya tergantung financial dari siswa. Satu kursi atau dua kursi di setiap kelas akan sangat berarti untuk mendukung pembiayaan operasional. Sekolah negeri tidak terpengaruh perhitungan finansialnya jika dikaitkan dengan jumlah siswa. Akan tetapi, yang terjadi justru negeri berlomba memadati kelas-kelasnya atau menambah daya tampung kelas. Sekolah pun mesti mengupayakan layanan konseling yang baik. Konselor yang cakap dan sistem pembimbing yang benar akan sangat menjadi pendukung setiap pribadi siswa. Banyak sekolah yang menempatkan konselor atau instansi bimbingan dan konseling sekadar sebagai “polisi sekolahâ€. Urusan disipliner siswa mestinya tidak dilekatkan pada konselor. Konselor tetaplah sebagai figur yang netral dalam mendampingi siswa apapun masalahnya. Layanan konseling yang baik berarti di sekolah tersebut ada perhatian pada kebutuhan emosional anak. Konselor yang baik dapat menjadi perantara dengan guru dan membantu melewati masa-masa sulit anak-anak. Seorang konselor yang baik mampu memberikan dukungan emosional yang dirasakan oleh remaja, yang kadang sulit diperoleh dari orang tua sendiri. Morin menegaskan bahwa kelas harus menjadi sebuah tempat untuk belajar para siswa tentang aturan-aturan debat dan diskusi yang sportif, kesadaran akan kebutuhan-kebutuhan dan prosedur untuk memahami pikiran orang lain, mendengar dan menghormati suara minorotas dan suara-suara yang berbeda. Salah satu contoh riil dalam pembelajaran adalah bagaimana menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk belajar baik bagi guru maupun siswa dan bagaiman keratifitas guru untuk menyampaikan materi semenarik mungkin. Guru dituntuk mampu mengembangkan teknik mangajar yang mengajak peserta didik tidak hanya sekedar tahu tapi paham. Cara sederhana adalah dengan membuat media balajar yang menarik bagi peserta didik misalnya memanfaatkan teknologi komputer atau membuat permainan-permainan yang mambuat peserta didik menjadi menarik. * Penulis adalah Guru SMAN 2 Mandor, Kabupaten Landak Oleh Yustina. S. Pd PENDIDIKAN merupakan jalan utama mencapai kesejahteraan sudah tidak dapat dipungkiri lagi, negara — negara yang memiliki sistem pendidikan yang matang sebagian besar sudah menjadi negara maju,  sejahtera dan mampu hidup berdikari tanpa tergantung dengan negara lain. Ini membuktikan pendidikan akan berperan besar dalam proses kemajuan Negara Indonesia, berbagai konsep, kurikulum dan sistem pendidikan sudah dikembangkan di negara ini. Dalam dunia pendidikan pembentukan karakter peserta didik sungguh sangat diperlukan. Pendidikan bukan hanya melulu menjadi alat transfer pengetahuan tetapi juga menjadi alat transfer untuk membentuk manusia menjadi lebih manusiawi. Bila dikaitkan dengan pembangunan karakter bangsa, pendidikan bisa diartikan secara lebih sempit sebagai suatu cara membangun dalam berkehidupan bersama. Dalam skala tataran antarkomunitas, tanpa melihat etnis, suku, agama, ras dan sebagainya, berkehidupan bersama berarti telah sepakat secara sadar untuk melakukan ikatan bagi anggotanya menjadi suatu komunitas yang dilakukan dalam wilayah yang pasti dan sah, serta diakui komunitas masyarakat lainnya baca internasional. Dari sudut pandang inilah kemudian timbul berbagai teori tentang bangsa dan negara. Pendidikan Bermartabat Pembangunan karakter dalam dunia pendidikan akan mempersiapkan peserta didik mempunyai dasar yang kuat dalam mengambil keputusan dalam pilihan hidupnya sehingga mereka akan menjadi lebih bebas. Pendidikan harus menjadikan manusia semakin bermartabat dan dalam hal ini pendidikan akan membangun karakter anak bangsa menjadikan bangsa mereka menjadi makin bermartabat. Untuk itu diperlukan pendidikan yang bermartabat. Pendidikan bermartabat adalah pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai kehidupan, dengan demikian manusia akan menjadi semakin bernilai dan berharga. Dengan demikian karena manusia dalam hal ini adalah peserta didik merasa berharga akan timbul rasa dicintai. Dan karena merasa dicintai itulah makan peserta didik akan semakin antusias dalam proses belajar mengajar Pembelajaran yang Menyenangkan Proses belajar mengajar akan menentukan arah dantujuan pendidikan yang kita lakukan. Bagaimana seni menguasai kelas, menerangkan materi pembelajaran. Dalam dunia pendidikan dikenal dengan istilah yang bernama pedagogik, pedagogik sendiri berasal dari kata Paedagogia yang berarti pergaulan dengan anak, Pedagogik yang merupakan praktek pendidikan anak dan kemudian muncullah istilah Pedagogik yang berarti ilmu mendidik anak. Lalu apa sih yang menjadi kesalahpahaman istilah Pedagogik?Kadang sebagian orang mengartikan bahwa pedagogik merupakan ilmu pendidikan, pemaknaan ini tidak berarti salah namun juga tidak sepenuhnya benar, mengapa? Karena jika ditinjau dari makna pendidikan secara luas maka Pendidikan adalah hidup. Lebih tepatnya segala pengalaman di berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi perkembangan individu. Dari pengertian diatas maka bisa dipahami ada beberapa tingkatan dalam pendidikan, sehingga menimbulkan cabang ilmu pendidikan yang dikembangkan para ahli yaitu pendidikan pada anak yang disebut Pedagogik, ilmu pendidikan bagi orang dewasa yang disebut Andragogi serta pendidikan bagi ilmu pendidikan manula yang disebut Gerogogi. Jelaslah bahwa Pedagogik terbatas pada ilmu pendidikan anak atau ilmu mendidik anak. Maka timbul pertanyaan lain, kapankah seorang anak masuk dalam kawasan pedagogik? Menurut Langeveld, pendidikan baru terjadi ketika anak telah mengenal kewibawaan, syaratnya yaitu terlihat pada kemampuan anak memahami bahasa, karena sebelum itu dalam pedagogik anak tidak disebut telah dididik yang ada adalah pembiasaan. Sedang batas atasnya yaitu ketika anak telah mencapai kedewasaan atau bisa disebut orang dewasa. Kemudian, mengapa Pedagogik diperlukan? Padahal pedagogik yang merupakan rangakaian teori kadang berlainan dengan praktek di lapangan? Ada dua alasan yang melandasinya, yaitu bahwa pedagogik sebagai suatu sistem pengetahuan tentang pendidikan anak diperlukan, karena akan menjadi dasar bagi praktek mendidik anak. Selain itu bahwa pedagogik akan menjadi standar atau kriteria keberhasilan praktek pendidikan anak. Kedua, manusia memiliki motif untuk mempertanggungjawabkan pendidikan bagi anak-anaknya, karena itu agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, praktek pendidikan anak memerlukan pedagogik sebagai landasannya agar tidak jadi sembarangan. Dalam dimensi profesionalitas, guru dituntut untuk memotivasi dan melibatkan siswa dalam proses belajar dengan menggunakan gaya, strategi serta teknik pengajaran yang sesuai dengan konteks pembelajaran. Tugas-tugas pembelajaran disusun demi kebutuhan-kebutuhan belajar individu, dan perbedaan-perbedaan latar belakang siswa serta mengoptimalkan waktu belajar. Perlunya memperhitungkan efek-efek perbedaan kemampuan fisik, intelektual, dan ketersediaan alam selama proses belajar dengan mengingat bahwa siswa mempunyai potensi untuk bertumbuh. Meskipun untuk kondisi guru Indonesia yang begitu berat, toh guru pun perlu menunjukkan sebuah tingkatan pengetahuan tentang disiplin-disiplin ilmu yang relevan, proses pembelajaran siswa, dan sumber-sumber pembelajaran dengan menggunakan pengetahuan itu dalam penerapan di kelas. Bacaan-bacaan mutakhir akan menghadirkan sosok guru yang well-inform di depan siswanya. Tidak mesti para guru melanggan Koran atau jurnal ilmiah. Jika lembaga tempat para guru bekerja dapat menyediakannya, pastilah satu persoalan guru untuk mendapatkan informasi mutakhir akan terjawab. Tantangan yang menghadang guru untuk selalu membarui diri adalah sikap cepat puas diri atau seadanya saja. Ketidaksempatan guru membawa siswa melakukan berbagai eksplorasi atau menuntun kea rah pengalaman-pengalaman manusiawi sangat mungkin disebabkan oleh beban kurikulum dan target-target ulangan umum bersama. Beban kurikulum yang begitu berlebih akan mendorong guru memilih jalan aman dengan menempatkan diri sebagai seorang pengajar tertib, meskipun harus kehilangan kesempatan untuk memberikan kedalaman materi. Ada dua model pendidikan yang dikembangkan dibanyak negara yakni menekankan less is more. Jumlah materi pengajaran dikurangi supaya siswa mempunyai kesempatan meneliti secara mendalam. Pengurangan jumlah bahan pelajaran dilakukan agar siswa mempunyai banyak waktu luang untuk lebih mendalami bahan tersebut. Siswa tidak diburu waktu serta mempunyai kesempatan untuk berpikir kritis dan berefleksi. Yang dapat dilakukan adalah menghilangkan substansi pelajaran yang berulang-ulang; menghilangkan pokok bahasan yang tidak esensial yaitu pokok bahasan yang sekadar “kosmetikâ€; menawarkan ketuntasan belajar; menyediakan materi terapan yang dapat digunakan untuk meningkatakan mutu kehidupannya; menyajikan kurikulum yang sesuai dengan kemampuan sumber daya daerahnya. Materi penting lain yang mesti diperhatikan dalam pendidikan, menurut Morin adalah mengajarkan kondisi manusiawi. Pendidikan masa depan harus menjadi pendidikan universal, yang pertama-tama mengajarkan tentang kondisi manusiawi. Kondisi manusiawi yang dialami anak-anak kita di sekolah mestinya tersistem, bukan mengandalkan orang per orang yang ada dalam suatu sekolah. Sekolah bukanlah pabrik dengan aktivitas industri, sehingga interaksi guru dan siswa dibutuhkan dengan intensitas tinggi. Menjadi ironis jika ada sekolah-sekolah yang merasa cukup menampung anak-anak yang pandai dan menyediakan fasilitas fisik, sementara para gurunya semakin jauh dari siswa. Bukan hal yang aneh jika ada guru yang tidak kenal siswanya bahkan sampai lulus, kecuali namanya dan nilai rapor. Hakikat siswa sebagai manusiawi direduksi sekadar nama dan angka nilai rapor. Upaya banyak sekolah mengurangi jumlah siswa setiap kelas dari 40 an anak menjadi 30 siswa patut didukung sebagai upaya memberikan kesempatan kepada guru dapat berinteraksi dengan siswa di kelas lebih dekat. Upaya demikian sebenarnya dilematis bagi sekolah swasta yang hidup matinya tergantung financial dari siswa. Satu kursi atau dua kursi di setiap kelas akan sangat berarti untuk mendukung pembiayaan operasional. Sekolah negeri tidak terpengaruh perhitungan finansialnya jika dikaitkan dengan jumlah siswa. Akan tetapi, yang terjadi justru negeri berlomba memadati kelas-kelasnya atau menambah daya tampung kelas. Sekolah pun mesti mengupayakan layanan konseling yang baik. Konselor yang cakap dan sistem pembimbing yang benar akan sangat menjadi pendukung setiap pribadi siswa. Banyak sekolah yang menempatkan konselor atau instansi bimbingan dan konseling sekadar sebagai “polisi sekolahâ€. Urusan disipliner siswa mestinya tidak dilekatkan pada konselor. Konselor tetaplah sebagai figur yang netral dalam mendampingi siswa apapun masalahnya. Layanan konseling yang baik berarti di sekolah tersebut ada perhatian pada kebutuhan emosional anak. Konselor yang baik dapat menjadi perantara dengan guru dan membantu melewati masa-masa sulit anak-anak. Seorang konselor yang baik mampu memberikan dukungan emosional yang dirasakan oleh remaja, yang kadang sulit diperoleh dari orang tua sendiri. Morin menegaskan bahwa kelas harus menjadi sebuah tempat untuk belajar para siswa tentang aturan-aturan debat dan diskusi yang sportif, kesadaran akan kebutuhan-kebutuhan dan prosedur untuk memahami pikiran orang lain, mendengar dan menghormati suara minorotas dan suara-suara yang berbeda. Salah satu contoh riil dalam pembelajaran adalah bagaimana menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk belajar baik bagi guru maupun siswa dan bagaiman keratifitas guru untuk menyampaikan materi semenarik mungkin. Guru dituntuk mampu mengembangkan teknik mangajar yang mengajak peserta didik tidak hanya sekedar tahu tapi paham. Cara sederhana adalah dengan membuat media balajar yang menarik bagi peserta didik misalnya memanfaatkan teknologi komputer atau membuat permainan-permainan yang mambuat peserta didik menjadi menarik. * Penulis adalah Guru SMAN 2 Mandor, Kabupaten Landak
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Salah satu faktor yang menyebabkan kemunduran bangsa Indonesia adalah karena bobornya mental pejabat di pemerintahan. Berdasarkan data “Jumlah kasus korupsi di Indonesia terus meningkat. Kasus korupsi yang telah diputuskan oleh Mahkamah Agung MA dari 2014-2015 sebanyak 803 kasus. Jumlah ini meningkat jauh dibanding tahun sebelumnya. Hasil penelitian Laboratorium Ilmu Ekonomi, Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekomoni dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada, mengungkap 803 kasus itu menjerat 967 terdakwa korupsi.”Senada dengan itu, “Menurut Litbang Kompas 158 kepala daerah tersangkut korupsi sepanjang 2004-2011, 42 anggota DPR terseret korupsi pada kurun waktu 2008-2011, 30 anggota DPR periode 1999-2004 terlibat kasus suap pemilihan DGS BI, Kasus korupsi terjadi diberbagai lembaga seperti KPU, KY, KPPU, Ditjen Pajak, BI, dan BKPM. Kejahatan yang merugikan Negara tersebut, anehnya dilakukan “oknum” orang yang berpendidikan tinggi.”Dari data-data yang terpaparkan diatas maka pantaslah bangsa Indonesia ini mengalami kemunduran dalam berbagai macam posisi di dunia yang diakibatkan oleh rusaknya moral yang dimiliki oleh para pejabat Negeri. Keadaan tersebut terjadi karena kesalahan dunia pendidikan atau kurang berhasilnya dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi muda bangsanya. Lantas bagaimana bangsa Indonesia ini bisa menjadi bangsa yang bermartabat dan menjadi unggul dari bangsa-bangsa lain ? Lalu bagaimana cara membenahi dan mengatasi permasalahan tersebut yang sudah menjadi karakter bahkan sudah menjadi kebudayaan bangsa ini ? Penulis berpendapat untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah harus membina dan membangun bangsa dengan menanamkan nilai-nilai positif pendidikan karakter, agar bangsa Indonesia memiliki karakter yang positif dan mampu bersaing dengan bangsa lain di era globalisasi. Pendidikan karakter, menurut Ratna Megawati 2004 95 adalah “sebuah usaha untuk mendidik anak-anak agar dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya”. Definisi lain dikemukakan oleh Fakry Gaffar 2010 1, pendidikan karakter adalah “sebuah proses transformasi nilai-nilai kehidupan untuk ditumbuh kembangkan dalam kepribadian seseorang sehingga menjadi satu dalam perilaku kehidupan orang itu.”Pendidikan karakter adalah aspek penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia SDM yang unggul, karena kualitas karakter bangsa akan menentukan kemajuan suatu bangsa. Karakter yang berkualitas perlu dibentuk dan dibina sejak usia dini. Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter seseorang. Menurut Freud, kegagalan penanaman kepribadian yang baik di usia dini akan membentuk pribadi yang bermasalah di masa dewasanya kelak. Muslich, 2011 35 Kesuksesan orang tua membimbing anaknya dalam mengatasi konflik kepribadian di usia dini sangat menentukan kesuksesan anak dalam kehidupan social di masa dewasanya sudah banyak wacana tentang pendidikan karakter, namun hasilnya belum optimal juga. Ini disebabkan karena dalam sistem pendidikan dini yang ada sekarang ini terlalu berorientasi pada pengembangan otak kiri kognitif dan kurang memperhatikan pengembangan otak kanan afektif, empati, dan rasa. Padahal perkembangan karakter lebih berkaitan dengan optimalisasi fungsi otak kanan. Mata pelajaran yang berkaitan dengan pendidikan karakter pun budi pekerti dan agama ternyata pada praktik pembelajarannnya lebih menekankan pada aspek otak kiri hafalan, atau hanya sekedar “tahu”.Padahal tujuan utama dan fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Kesuma, 2013 6 Mencermati fungsi pendidikan nasional tersebut, yakni mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat maka sudah jelaslah bahwa pendidikan karakter sangatlah penting dalam bagi keberlangsungan bangsa ini. Bukan hanya pengetahuannya saja yang diutamakan akan tetapi karakter yang bagus juga sangat diperlukan. Akan tetapi dalam kenyataannya, dunia proses pendidikan di sekolah masih banyak yang mengutamakan nilai kognitif pengetahuan-nya saja, sedangkan moral atau etika-etika yang baik diabaikan dan inilah yang menyebabkan seseorang yang telah menjadi ekonom, dokter, insinyur, ahli hukum, politikus, dan sebagainya dapat melakukan ketidakjujuran korupsi yang tiada hentinya dan itu semua diakibatkan oleh salahnya proses mendidik bangsa ketika berada pada jenjang pendidikan yang kita saksikan bersama-sama beberapa tahun kedepannya kalau proses pendidikan masih sama dengan sekarang ini, maka negeri ini akan hancur berantakan oleh tangan-tangan generasi-generasi masa kini bahkan bisa jadi tangan-tangan kita sendiri yang tidak bertanggungjawab. Supaya kesalahan yang dilakukan oleh pejabat negeri tidak terulang kembali, maka mulai dari diri kita sendiri sebaiknya menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi penerus bangsa ini agar menjadi generasi yang unggul dan bermartabat sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, tidak hanya diintelektualnya saja kognitif tetapi juga emosionalnya etika dan penulis, nilai-nilai positif yang perlu ditanamkan sejak dini pada diri bangsa baik dalam pendidikan formal, informal, maupun non-formal harus mengacu pada pilar-pilar akhlaqul karimah Rasulullah SAW., yaitu sidiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Sidiq berarti benar. Rasulullah selalu berkomitmen pada kebenaran, selalu berkata dan berbuat benar, dan berjuang untuk menegakkan kebenaran. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya
agar bangsa indonesia mampu menjadi bangsa yang maju dan bermartabat